Baceo

write it up or down

Ngobrol Seputar Bisnis Online

Posted on | November 29, 2009 | No Comments

Ngobrol seputar bisnis online tidak akan kekurangan bahan. Jangankan sekedar ngobrol pengisi waktu, diskusi serius dengan tujuan mencari kesimpulan pun, jika tentang bisnis akan selalu banyak bahan. Online atau offline salah satu tujuan bisnis adalah mendatangkan keuntungan untuk “para pihak”. Produsen-perantara-konsumen, itulah para pihak yang terlibat dalam transaksi. Jadi jika ada satu pihak yang menjadi ‘korban’, melepaskan ‘sesuatu’ yang positif tanpa mendapatkan apa-apa. Alias hanya mendapatkan kerugian, itu namanya bukan bisnis. Dalam pengertian yang terkait dengan keyakinan, malah keuntungan yang tidak wajar terlalu besar, juga bukan bisnis.

Lebih dalam lagi, bisnis itu harus menciptakan nilai tambah bagi semua yang terlibat. Atau, nilai tambah yang diperoleh haruslah wajar, fair, dan tidak ada rasa dirugikan baik dari tata nilai pribadi yang terlibat, maupun tata nilai umum yang disepakati masyarakat. Jadi, kalo ada yang dirugikan, atau sebenarnya dirugikan, itu bukanlah bisnis. mbah gendeng aja bisnisnya ga gitu.

Bisnis juga seharusnya terbuka atau transparan bagi para pihak. Bisnis yang menawarkan keuntungan atau manfaar besar, tapi tidak rinci bagaimana cara memperoleh manfaat itu, juga sebenarnya adalah penipuan. Misalnya bisnis yang menawarkan keuntungan jutaan setiap bulan, tapi tidak menjelaskan bahwa jutaan itu akan diperoleh jika si pembeli bisa menjual kembali setidaknya 5 kali dalam sehari, itu termasuk penipuan.

Teknik marketing kelihatannya membolehkan mengekspos kelebihan suatu produk (barang ataupun jasa). Namun seharusnya sebelum transaksi terjadi, kelemahan atau syarat-syarat untuk menggunakan kelebihan tersebut harus dapat dipahami pembeli. Jangan sampai terjadi transaksi seperti membeli kucing dalam karung. Apapun alasannya. Jangan sampe bertanya-tanya apa sih asyiknya belajar SEO?

Di dunia online, karena dimungkinkan transaksi tanpa bertemu secara fisik, faktor kepercayaan menjadi sangat tinggi. Seketat apapun aturan tetap ada celah yang dapat dimanfaatkan. Disinilah peran kejujuran sangat diperlukan.

Etika Bertetangga

Posted on | September 21, 2009 | 1 Comment

Banyak cara untuk memulai mengembalikan jati diri bangsa. Bisa kita mulai dari lingkungan sendiri, lingkungan bertetangga. Berikut beberapa nasehat untuk hidup bertetangga

1. Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : “….Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).

2. Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.

3. Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.

4. Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya”. (Muttafaq’alaih).

5. Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.

Itulah beberapa nasihat untuk hidup bertetangga. Perilaku ini dapat dijadikan sebagai ‘bahan’ Jati Diri Bangsa. Dapat dimulai dari lingkungan terkecil yakni lingkungan bertetangga. Saatnya mulai berusaha mengembalikan jati diri bangsa

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Posted on | September 20, 2009 | 4 Comments

Mengembalikan jati diri bangsa, bagaimana memulainya? Sebelum melakukannya pahami dulu apa maksud kalimat ini. Banyak upaya gagal karena tidak dipahaminya apa tujuan dari upaya tersebut. Seperti upaya mengembalikan jati diri bangsa, pahami dulu maksud kalimat ini, baru mulai berupaya dengan berbagai usaha.

Mengembalikan kira-kira berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya semula. Artinya ‘sesuatu’ tersebut pernah ada atau berada di tempat seharusnya lantas menghilang. Jika sesuatu itu benda hidup, menghilang bisa berazrti kemauannya sendiri atau dipaksa pergi, atau diculik. Jika ‘sesuatu’ tersebut benda mati maka berarti telah dicuri orang, atau telah terkikis habis (dalam kasus terakhir uapa mengembalikan berarti membentuk/membuat ulang).

Jati diri adalah kata majemuk berasal dari ‘jati’ dan ‘diri’. Jati sendiri bisa berarti sejenis kayu yang sangat keras, atau ‘inti’ dari sesuatu. Digabungkan jadi ‘jati diri’ dapat berarti hakikat, atau nilai sesungguhnya atau yang mewakili keberadaan sesuatu dalam pikiran orang lain. Sederhananya berarti ‘karakter’. Jati diri dapat merupakan nilai yang terbentuk dengan sendirinya yang berasal dari perilaku sesuatu, di mata pihak lain.

Bangsa adalah sebutan bagi sekelompok orang yang memiliki kesamaan. Arti lebih luas bisa ‘ras’ atau ‘nation’, atau ‘budaya’. Bangsa bisa terbentuk dengan sendirinya atau dibentuk dengan sengaja dengan tujuan tertentu. Tidak ada persyaratan baku bagi sekelompok orang untuk memenuhi syarat disebut sebagai bangsa. Kata ‘bangsa’ juga bisa fleksibel artinya dari arti yang negatif sampai arti positif.

Rangkaian kata Mengembalikan Jati Diri Bangsa dapat berarti ‘memperbaiki’ nilai bangsa sendiri di mata bangsa atau orang lain. Nilai disini tentu dalam artian positif. Tidak ada batasan jelas nilai seperti apa yang menyebabkan kita harus meningkatkannya. Semakin tinggi tentu semakin baik. Jadi tidak diperlukan alasan khusus untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Rusli Zainal Sang Visioner | Bukan Kultus Individu

Posted on | August 26, 2009 | 6 Comments

Rusli Zainal Sang Visioner apakah sebutan ini termasuk Kultus Individu? Artinya kurang lebih; pemujaan kepada seseorang, dalam hal apapun tentunya. Termasuk jug dari sisi negatif (tidak selalu dari sisi positif yakni yang memberi kemanfaatan banyak pihak tanpa banyak merugikan pihak lain). Poolan Devi, seorang bandit perempuan di pedalaman India, dengan kebanditannya dikultuskan sebagai dewi penolong orang miskin sekaligus penghukum orang kaya (mungkin maksudnya orang kaya yang tidak banyak berguna bagi orang lain). Atau teroris Carlos, asal Amerika Selatan yang dikultuskan sebagai teroris luar biasa yang tidak bisa ditangkap, walaupun tentu saja, di dunia penuh rahasia seperti itu tidaklah jelas, siapa memanfaatkan siapa.

Gelaran “Sang Visioner” sepintas adalah bentuk kultus individu. Betapa tidak, sebutan “sang” sendiri sudah bentuk panggilan kepada sesuatu yang luar biasa. Sementara ‘visioner’ adalah hanya dapat dipandang oleh seseorang yang ‘bervisi’. Jika mengejar arti kata leksikal, semua orang tentunya bervisi, meskipun visinya ‘hanya’ bernlai bagi yang bersangkutan saja, dan sama sekali tidak bernilai bagi orang lain. Sang Visioner nampaknya disepakati disematkan kepada orang yang visinya hebat, luar biasa, extra ordinary, dan sebagainya sebagainya dari sisi positif.

Rusli Zainal Sang Visioner…? Tentu saja bisa dianggap kultus individu terhadap Rusli Zainal. Rusli Zainal, tidak hanya satu, tapi yang dimaksud oleh komunitas blogger pekan baru adalah H.M. Rusli Zainal Gubernur Riau saat ini. Namun berbaik sangka lebih bagus dari pada berburuk sangka. ‘Sang Visioner’ adalah panggilan penuh kehormatan dan keseganan orang-orang Riau terhadap gubernurnya. Sama sekali bukan kultus individu, apalagi sebutan buruk dalam format ironisme ;-)

Tidak ada salah dan ruginya menghormati seseorang, apalagi telah terbukti banyak kebaikannya yang bermanfaat bagi banyak orang. Dan bagi pemimpin seperti H.M. Rusli Zainal, S.E. yang tidak sedikit jasanya terhadap daerah dan orang-orang yang dipimpinnya. Sah saja mendapat penggilan sebagai Sang Visioner. Rusli Zainal Sang Visioner.

Rusli Zainal Sang Visioner: fenomena keyword

Posted on | July 26, 2009 | 5 Comments

Rusli Zainal Sang Visioner dapat memiliki banyak makna. Rusli Zainal adalah nama. Dari ‘fungsinya ’ sebagai nama, dengan mudah ditebak bahwa ada puluhan, mungkin ratusan-ribuan orang yang menggunakan nama ini. Itu baru digunakan sebagai nama orang, akan lebih banyak lagi variasi makna jika difungsikan sebagai nama sesuatu selain orang. Sang Visioner, jelas sebuah sebutan/penjelasan/keterangan atas nama Rusli Zainal (ingat hukum diterangkan-menerangkan dalam bahasa Indonesia). Tapi keempat kata ini (Rusli Zainal Sang Visioner) dapat pula menjadi ‘satu’ nama, tidak berupa rangkaian hal yang diterangkan (Rusli Zainal) dan keterangannya (Sang Visioner)
Sebagai keyword yang sedang dilombakan, tentu saja rangkaian ini bisa menjadi meaningless sama sekali. Tidak bermakna selain serangkaian kata kunci yang akan diketikan di kolom pencarian halaman mesin pencari google.co.id. Sebagai keyword yang sedang dilombakan, sama sekali tidak ada kontroversi mengenai sebutan ‘sang visioner’ untuk Rusli Zainal (seperti dituliskan di atas, ada ratusan Rusli Zainal) dan sebutan penghormatan sebagai “Sang Visioner” juga sah-sah saja, Sepanjang orang yang dimaksud tidak keberatan dengan sebutan tersebut. Sebutan dengan kata-kata yang baik tidak akan berarti fitnah jika obyeknya tidak keberatan dan dilakukan dengan ikhlas.
Jadi, penyebutan Sang Visioner bagi saya sama sekali tidak bermasalah. Sekalipun saya hanya mengenal Rusli Zainal yang dimaksudkan hanya melalui bangrusli.net dan bertuah.org! Saya tidak bermaksud mengkultuskannya juga tidak bermaksud menyindirnya. Lagipula saya maupun blog ini sama sekali tidak mempunyai kapabilitas untuk manjatuhkan atau mengangkat seseorang hanya dengan mengoptimasi rangkaian kata Rusli Zainal Sang Visioner.
Bahwa komunitas blogger pekanbaru yang tergabung dalam bertuah.org mengadakan kontes SEO dengan keyword Rusli Zainal Sang Visioner, tentu saja tidak perlu dipertanyakan alasan sesungguhnya. Kita lebih baik berbaik sangka dengan cukup membaca dan mempercayai ketentuan kontes yang ada.
Baiklah, semoga whitehater yang paling kreatif menjadi pemenang kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner.

RUSLI ZAINAL SANG VISIONER : Susahnya masuk top 100

Posted on | July 15, 2009 | 3 Comments

Sejak halaman RUSLI ZAINAL SANG VISIONER, GUBERNUR RIAU terindeks di google Indonesia, blog ini hanya bisa masuk di kelompok 1000 besar serp (menggunakan tool di seoserp.com). Terakhir hanya bisa muncul di ranking 163. HAmpir-hampir membuat frustasi untuk pemula-newcomer-newbeginner-dummy macam saya :-D

Menurut konsultasi gratis SEO, yang harus dilakukan sekarang adalah off-page SEO : buat backlink sebanyak dan sebagus mungkin…

gimana cara yang paling efektif dan efisien yaaaa :-D

RUSLI ZAINAL SANG VISIONER

Posted on | July 11, 2009 | 25 Comments

RUSLI ZAINAL SANG VISIONER, siapa dia? Saat ini H.M. Rusli Zainal, SE. menjabat gubernur Riau pada masa jabatan yang kedua. Sebelumnya Sang Visioner juga menjabat Bupati Indragirihlir. Pernah didaulat para Bupati se Indonesia untuk mewakili mereka duduk di Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Berbagai prestasi yang diukir semasa menjabat Bupati Inhil menjadi salah satu dorongan kuat hingga terpilih sebagai Gubernur Riau periode 2003-2008, pada sidang paripurna DPRD Riau oktober 2003 untuk masa jabatan pertama. Riwayat hidupnya tidak terlalu istimewa. Putra

Rusli Zainal Sang Visioner

Rusli Zainal Sang Visioner

Daerah yang lahir di desa Bolak, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragirihilir, 3 Desember 1957, bungsu dari lima bersaudara. Rusli memulai dunia pendidikannya di Sekolah Dasar di Tembilahan, juga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan menyelesaikannya pada tahun 1974. Masa SMA dihabiskannya di ibukota propinsi Riau, Pekanbaru selesai tahun 1977. Kemudian menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi, Universitas Riau di Pekanbaru. Masa kuliah dijalani dengan kesederhanaan seperti penuturannya: “Saya hanya seorang anak petani tulen yang datang dari desa. Kondisi ekonomi yang tak mendukung membuat saya tak mampu untuk tinggal di kost yang ada listriknya. Jadi, kalau malam saya menggunakan lampu semprong untuk dapat mengulang pelajaran kuliah” Rusli Zainal bukan orang yang mudah menyerah pada keadaan. Dengan kerja kerastahun 1982 sampai tahun 1990, Sang Visioner menjadi Pimpinan Cabang PT Mohairson Pekanbaru yang berkantor pusat di Jakarta. Di tahun 1990, ia kemudian menjadi Direktur Utama PT Kemuning Muda Pekanbaru. Karir politiknya juga tak kalah cemerlang, 1997, menjadi Anggota DPRD TK I Riau dari Partai Golkarjuga pun disibukkan dengan aktivitasnya sebagai Ketua Umum DPD Gapensi Riau. Kesibukan yang bertumpuk-tumpuk tidak menyebabkannya mengurangikewajibansebagai Suami dan Kepala Rumah Tangga, sebagai mana penuturan Septina Primawati Rusli, sang isteri. Rusli Zainal adalah Ayah yang demokratis tapi tegas dalam hal-hal prinsip, sholat misalnya. “Beliau mempunyai perhatian yang besar terhadap keluarga. Selain itu, dia juga orang yang bisa dikatakan sosok yang pandai mengaji dan bidang-bidang agama lainnya. Itu yang saya pandang sebagai keistimewaannya.” Demikian kesaksian pendamping hidup Sang Visioner. Program strategis sebagai Gubernur Riau adalah pengentasan kemiskinan, kebodohan, dan peningkatan infrastruktur. Ketiga bidang pembangunan itulah yang merupakan faktor-faktor strategis yang terkait untuk menopang kemajuan provinsi Riau. Ketiga program ini sangat erat keterkaitannya dan sama-sama tinggi prioritasnya. Menjadi tugas yang berat dan menantang untuk mewujudkannya bagi Rusli Zainal Sang Visioner

sumber referensi:

http;//bertuah.org
http://bangrusli.net
:blog Rusli Zainal Sang Visioner

Rusli Zainal Sang Visioner, Gubernur Riau

Posted on | July 7, 2009 | 1 Comment

Blog ini dipersembahkan untuk Bang Rusli Zainal Sang Visioner, Gubernur Riau, mantan Bupati Indragirihilir, dengan misi yang luar biasa: “Mari Kita Suskeskan Program K2i (Pengentasan Kemiskinan dan Kebodohan serta Membangun Infrastruktur) Menuju Riau Bangkit”

Maju terus bang Rusli…